27
Mar
11

penulisan ilmiah VIRTUAL CLASS SAINS BIOLOGI MENGGUNAKAN MOODLE

UNIVERSITAS GUNADARMA

PENULISAN ILMIAH
Diajukan untuk melengkapi syarat
Mencapai jenjang Strata Sarjana Muda
Universitas Gunadarma
2008
VIRTUAL CLASS SAINS BIOLOGI DENGAN
MENGGUNAKAN MOODLE
Nama : Achmad Nurfadli
NPM : 10108031
Fakultas : Ilmu Komputer
Jurusan : Sistem Informasi
Pembimbing : Ira Windiarti, SKom., MMSI

 

 

 

BAB I PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang Masalah

Sampai dengan saat ini, perkembangan internet telah berkembang dengan amat pesat. Hal ini seiring dengan kebutuhan manusia akan sarana komunikasi dan pertukaran informasi yang relatif cepat. Internet dapat diibaratkan seperti sebuah ruangan yang amat luas dan berisi berbagai informasi yang mengalir hilir mudik. Internet dapat digunakan dalam berbagai macam hal diberbagai bidang. Untuk mencari informasi di Internet dapat dilakukan dengan mengunjungi situs (web site) yang berhubungan dengan informasi yang dibutuhkan atau dapat dilakukan dengan pencarian di situs pencari (Search Engine Site’s). Berbagai jenis situs atau web terdapat dalam internet, seperti web pribadi, web komersial, web organisasi maupun web pendidikan. Salah satu bidang yang menggunakan perkembangan internet adalah bidang pendidikan. Biasanya proses belajar-mengajar, dilakukan diruang-ruang yang telah disediakan sebelumnya. Namun dewasa ini seiring dengan semakin berkembangnya internet, maka dikembangkanlah Virtual Class yang berbasiskan media internet. Virtual Class merupakan bentuk proses belajar-mengajar yang dilakukan tanpa menggunakan ruangan yang tersedia melainkan menggunakan teknologi internet. Keberadaannya memiliki berbagai kelebihan diantaranya adalah fleksibilitas dan mobilitas dari Virtual Class yang dapat dilakukan dan diakses dari mana saja dan kapan saja oleh setiap siswa hanya dengan bermodalkan seperangkat komputer dan media koneksi ke internet. Selain itu pula dapat menjadi sebuah solusi dalam mengatasi keterbatasan masalah penyediaan tempat untuk melaksanakan proses belajar-mengajar serta keterbatasan tenaga pengajarnya. Biasanya para siswa selalu menganggap mata pelajaran Sains Biologi sebagai mata pelajaran yang membosankan sehingga banyak siswa yang seringkali tidak mengikuti mata pelajaran tersebut. Dengan perkembangan teknologi internet mata pelajaran Sains Biologi dapat disajikan lebih menarik sehingga para siswa dapat mempelajarinya tanpa bosan. Pada penulisan ilmiah ini penulis mencoba suatu perangkat lunak dengan menggunakan Moodle. Penulis menggunakan Moodle dikarenakan begitu banyak kemudahan-kemudahan, dan tampilan yang lebih menarik. Maka dari itu, dalam Penulisan Ilmiah ini penulis mencoba untuk membuat Virtual Class Sains Biologi dengan Menggunakan Moodle.

1.2 Batasan Masalah

Website Virtual Class ini dibangun dengan menggunakan Moodle. Penulisan ilmiah ini hanya terbatas pada rancangan pembuatan website Virtual Class yang berisi materi dan soal latihan yang dapat dikerjakan secara online.

1.3 Tujuan Penulisan

Pembuatan Virtual Class yang berbasiskan Moodle ini dibangun untuk menghasilkan sebuah sistem pembelajaran yang lebih atraktif, mudah dan fleksibel untuk diterapakan dalam proses belajar mengajar. Dan bertujuan guna memudahkan siswa dalam kegiatan belajar mengajar sekalipun mereka tidak hadir di dalam kelas melainkan melalui pemanfaatan teknologi komputer dan internet. Hal ini didukung dengan fasilitas penyediaan materi pelajaran termasuk evaluasi dan download materi.

1.4 Metode Penulisan

Berbagai data yang digunakan dalam penulisan ini diperoleh dari berbagai sumber, diantaranya:

a) Studi Lapangan, yaitu meliputi berbagai kegiatan percobaan dan pengamatan yang dilakukan selama proses pembuatan website Virtual Class berlangsung. Berbagai pihak yang dilibatkan dalam proses pembuatan ini antara lain pengajar dan beberapa siswa.

b) Studi Pustaka, yaitu penyelidikan atau penelitian dengan mengambil dan mengumpulkan data yang dilakukan dengan membaca dan berpedoman pada bukubuku, internet dan artikel-artikel yang ada kaitannya dengan masalah yang diteliti.

1.5 Sistematika Penulisan

Sistematika penulisan ilmiah ini terdiri dari:

BAB I PENDAHULUAN

Bab ini membahas tentang latar belakang masalah, batasan masalah, tujuan penulisan, metode penelitian dan sistematika penulisan.

BAB II LANDASAN TEORI

Bab ini membahas tentang berbagai teori dan konsep dasar yang berhubungan dengan proses pembuatan website Virtual Class, yaitu mengenai internet, Moodle, PHP, MYSQL, APACHE dan penjelasan singkat tentang mata pelajaran Sains Biologi.

BAB III PERANCANGAN DAN PEMBUATAN

Bab ini membahas tentang perancangan sebelum mendesain website dan cara pembuatan website Virtual Class dengan menggunakan Moodle.

BAB IV KESIMPULAN DAN SARAN

Pada bab ini menguraikan bab terakhir yang berisi kesimpulan dan saran yang diperlukan.

BAB II
LANDASAN TEORI

2.1 Sekilas Tentang Internet

Awalnya internet merupakan suatu rencana yang dikembangkan pada tahun 1973 oleh lembaga riset Amerika Serikat yaitu DARPA (Defense Advanced Research Projects Agency). Dimulai dari suatu proyek yang dinamakan ARPANET (Advanced Research Project Agency Network). Perkembangannya cukup pesat, sebagai gambarannya pada tahun 1977 ARPANET telah menghubungkan lebih dari 100 mainframe komputer. Karena perkembangannya yang pesat dan juga semakin banyaknya komputer dan jaringan-jaringan regional
yang terhubung, jaringan komputer tidak lagi disebut ARPANET tetapi disebut Internetworking. Oleh karenanya, istilah internet semakin populer dan orang menyebut jaringan komputer tersebut dengan istilah internet. Internet merupakan singkatan dari Interconnection Networking atau kini disebut juga dengan International Networking. Internet merupakan suatu jaringan komputer global yang terbentuk dari jaringan-jaringan komputer lokal dan regional, yang memungkinkan komunikasi data antar komputer-komputer yang terhubung ke jaringan tersebut diseluruh dunia tanpa dibatasi oleh jumlah unit menjadi satu jaringan yang bisa saling mengakses satu sama lainnya. Dengan internet, satu komputer dapat berkomunikasi secara langsung dengan computer lain di berbagai belahan dunia.Pusat internet merupakan pengatur komunikasi data yang berkecepatan tinggi (high-speed) diantara beberapa komputer. Jumlah komputer yang terkait bisa mencapai ratusan atau ribuan, yang masing-masing bisa berisikan beraneka ragam informasi. Contoh aplikasi yang ada di internet yaitu: percakapan (Chatting) dengan MIRC, surat elektronik (E-mail), Game Online dan lain sebagainya. Satu hal yang merupakan kelebihan internet dibanding media lainnya, yang juga membuat internet berkembang sangat pesat adalah internet dapat menembus
4-5batas ruang dan waktu. Internet dapat menembus dimensi kehidupan pemakainya, karena internet bisa memberikan pelayanan selama 24 jam sehari dan 365 hari setahun tanpa henti, selain itu internet pun dapat diakses kapan saja dan dimana saja.Dengan berbagai kelebihan yang dimiliki internet saat ini, maka internet adalah salah satu media yang sangat potensial untuk mengembangkan sebuah
sistem Virtual Class berbasis website. Hal ini dikarenakan internet bersifat fleksibilitas, interaktifitas dan mobilitas yang sangat tinggi dibandingkan dengan media informasi lainnya. Perancangan dan pembuatan website Virtual Class yang baik dan sesuai kebutuhan sangatlah bergantung kepada keahlian web programmer yang bersangkutan dalam memanfaatkan seluruh kelebihan dan potensi yang
dimiliki oleh teknologi internet itu sendiri.

2.2 Jenis-jenis Layanan Internet

2.2.1 Electronic Mail (E-Mail)

Electronic Mail (E-mail) merupakan layanan internet yang fungsinya dapat mengirim dan menerima pesan dari pemakai internet lain dari berbagai penjuru dunia. Namun selain pesan-pesan pribadi, dengan E-mail dapat juga mengirim dan menerima file binary. Untuk dapat menerima surat elektronik, pemakai internet harus memiliki kotak pos (mailbox) untuk menampung surat-surat yang masuk sebelum membacanya. Fungsi dari kotak pos elektronik (electronic mailbox) sama dengan kotak pos dikantor pos, siapapun dapat mengirim surat ke kotak pos tetapi hanya pemiliknya yang dapat meneliti dan membuang isi kotak surat tersebut. Alamat kotak pos untuk surat elektronik disebut E-mail address. Sebagai contoh:
budi@indo.net.id .

  • Keterangan: budi : nama user
  1. indo : nama provider
  2. net : network/provider
  3. id : nama domain geografis, yaitu Indonesia

Saat pengiriman E-Mail hanya perlu pengisikan alamat penerima dan subjek (topik) surat, kemudian isi surat langsung dapat diketik untuk dikirim. Jika perlu Anda dapat menyertakan file tertentu untuk dikirim bersama-sama dengan
surat tersebut (Attachments).

2.2.2 File Transfer Protokol (FTP)

FTP berfungsi untuk mengirim dan menerima fie antar host dari seluruh penjuru dunia. Anonymous FTP memungkinkan pengaksesan ke server FTP dengan login anonymous tanpa memerlukan password. Anonymous FTP adalah salah satu dari pelayanan dalam Internet yang cukup penting. Dengan akses ke berbagai anonymous FTP, Anda dapat memperoleh file-file secara grafis. Anda dapat menemukan program-program, gambar-gambar, majalah elektronik, artikel-artikel dalam kelompok diskusi tertentu. Salah satu program FTP adalah
WS_FTP.

2.2.3 Tele Networking (TelNet)

TelNet berfungsi untuk mengakses komputer (host/server) dari seseorang menjadi terminal dari komputer lain di internet. Telnet memungkinkan kita untuk masuk (log in) sebagai pemakai komputer jarak jauh dan menjalankan program komputer layanan yang ada dikomputer tersebut.

2.2.4 WWW (World Wide Web)

World Wide Web (WWW) merupakan sistem dalam internet yang memiliki fasilitas pencarian dan pemberian informasi yang cepat dengan
menggunakan teknologi hypertext. Asal kata World Wide Web (Web=jaring labalaba) sangat tepat untuk menggambarkan struktur data pada jaringan internet. WWW memungkinkan penanganan atau akses yang jauh lebih fleksibel pada file yang dikelola.Pada WWW, struktur sumber daya internet dapat dibandingkan dengan jaring laba-laba. Bila dilihat polanya, jaringan ini terdiri atas lingkaran-lingkaran berbagai ukuran yang berpusat pada titik tengah yang sama. Dari titik tengah ini terbentuk garis-garis penghubung yang tegak lurus pada lingkaran, sehingga terdapat titik simpul. Bila pada struktur pohon percabangan merupakan jalur hubungan, pada Web semua garis merupakan penghubung setiap titik simpul yang mengandung data. Pemilihan disini dilakukan dengan item Hypertext. Pada titik simpul bisa terdapat sebuah komputer di Internet atau sebuah petunjuk untuk file tertentu pada sebuah komputer. Hal ini berarti, dengan memilih sebuah item Hypertext diciptakan hubungan dengan sebuah komputer pada suatu tempat di dunia, dimana pemakai dapat melanjutkan perjalanan atau langsung ke sebuah file tertentu. Untuk membuat Hypertext, dikembangkan sebuah bahasa pemrograman
khusus yang memungkinkan pengikatan alamat WWW atau file dalam sebuah dokumen. Sesuai dengan fungsinya, bahasa pemrograman ini disebut Hypertext Mark up Language (HTML). File ini biasanya berextention *.html. Agar file yang berisi Hypertext ini bisa dikirimkan, diperlukan protocol pengiriman data yang spesifik yang disebut HyperText Transfer Protocol (HTTP). Untuk menemukan setiap hubungan Hypertext digunakan Uniform Resource Locator (URL). Karena itu, halaman WWW juga disebut dokumen URL.

2.2.5 Internet Relay Chat (IRC)

Internet Relay Chat/IRC merupakan fasilitas untuk komunikasi langsung dengan menggunakan keyboard.

2.2.6 Mailing List

Mailing List merupakan suatu kelompok diskusi fasilitas yang dibangun menggunakan teknik yang sama dengan proses penyebaran surat elektronik. Dengan menggunakan fasilitas ini, sebuah berita/file dapat didistribusikan ke banyak pengguna sekaligus. Bahkan pengguna dapat melakukan diskusi, seminar, ceramah, konferensi secara elektronik tanpa terikat dimensi ruang dan waktu. Diskusi dapat berlangsung setiap hari tanpa henti. Hasil yang diperoleh akan jauh lebih efektif daripada penyelenggaraan seminar/konferensi konvesional.

2.3 E-Learning

Elektronik learning atau belajar dengan bantuan komputer sudah ada sejak 1970. Dengan menggunakan monitor layar hijau melalui sebuah komputer mainframe berkecepatan rendah, tetapi apakah metode tersebut dapat dikatakan sebagai e-Learning. Tentu saja hal tersebut bukan merupakan jawaban yang tepat mengenai e-Learning. Tanpa definisi yang jelas mengenai e-Learning, sangatlah sulit memutuskan benar atau tidak untuk disebut sebagai e-Learning.

2.3.1. Definisi e-Learning

Berbagai pendapat dikemukan untuk dapat mendefinisikan e-Learning secara tepat. e-Learning sendiri adalah salah satu bentuk dari konsep Distance Learning. Bentuk e-Learning sendiri cukup luas, sebuah portal yang berisi informasi ilmu pengetahuan sudah dapat dikatakan sebagai situs e-Learning. e- Learning atau Internet enabled learning menggabungkan metode pengajaran dan teknologi sebagai sarana dalam belajar. (Dr. Jo Hamilton-Jones) e-Learning adalah proses belajar secara efektif yang dihasilkan dengan cara menggabungkan penyampaian materi secara digital yang terdiri dari dukungan dan layanan dalam belajar. (Vaughan Waller, 2001) Definisi lain dari e-Learning adalah proses instruksi yang melibatkan penggunaan peralatan elektronik dalam menciptakan, membantu perkembangan, menyampaikan, menilai dan memudahkan suatu proses belajar mengajar dimana pelajar sebagai pusatnya serta
dilakukan secara interaktif kapanpun dan dimanapun.

2.3.2. Penyelenggara e-Learning yang Potensial

Beberapa instansi yang sangat potensial untuk dijadikan mitra kerjasama dalam pengembangan teknologi ini adalah kalangan akademisi (Universitas, LPK,sekolah umum) dan kalangan industri (misalnya perangkat lunak).

A. Kalangan Akademisi

Terutama perguruan tinggi dikenal sebagai gudangnya ilmu pengetahuan karena di dalamnya berkumpul para staf pengajar yang terlatih, materi pelajaran yang telah terstruktur, perpustakaan dengan buku-buku yang cukup memadai, serta diakui kualitasnya secara resmi melalui akreditasi.

B. Kalangan Industri

Memiliki modal yang cukup besar dan tenaga-tenaga ahli yang terlatih, di samping juga beberapa pengakuan akan kualitas perusahaan yang dapat digunakan sebagai sarana untuk menjaga mutu dari pendidikan yang dilakukan. Beberapa perusahaan besar yang ada di Amerika seperti Cisco System, Hewlet Packard, IBM, Oracle memanfaatkan sistem ini sebagai sarana promosi yang sangat efektif dan
murah disamping usaha untuk peningkatan kualitas sumber daya manusia yang menguasai produk yang dihasilkan oleh perusahaan tersebut. Tidak hanya Amerika yang menerapkan sistem ini, beberapa negara Eropa seperti Swedia pun telah cukup
berhasil dengan sistem e-Learning ini.

2.3.3. Konsep e-Learning

Metode pengajaran tradisional masih kurang efektif jika dibandingkan dengan metode pengajaran modern. Sistem e-Learning diharapkan bukan sekedar menggantikan tetapi diharapkan pula untuk dapat menambahkan metode dan materi pengajaran tradisional seperti diskusi dalam kelas, buku, CD-ROM dan pelatihan komputer non internet. Berbagai elemen yang terdapat dalam sistem e-Learning adalah :

a. Soal-soal : materi dapat disediakan dalam bentuk modul, adanya soal – soal yang disediakan dan hasil pengerjaannya dapat ditampilkan. Hasil tersebut dapat dijadikan sebagai tolak ukur dan pelajar mendapatkan apa yang dibutuhkan.

b. Komunitas : para pelajar dapat mengembangkan komunitas online untuk memperoleh dukungan dan berbagi informasi yang saling menguntungkan.

c. Pengajar online : para pengajar selalu online untuk memberikan arahan kepada para pelajar, menjawab pertanyaan dan membantu dalam diskusi.

d. Kesempatan bekerja sama : Adanya perangkat lunak yang dapat mengatur pertemuan online sehingga belajar dapat dilakukan secara bersamaan atau real time tanpa kendala jarak.

e. Multimedia : penggunaan teknologi audio dan video dalam penyampaian materi sehingga menarik minat dalam belajar.

2.3.4. Kelebihan dan Kekurangan e-Learning

e-Learning sama seperti metode-metode yang lain, juga memiliki kelebihan
dan kekurangan. Kelebihan dan kekurangan tersebut antara lain :

A. Kelebihan e-Learning

Dalam bentuk beragam, e-Learning menawarkan sejumlah besar keuntungan
yang tidak ternilai untuk pengajar dan pelajar.

  • Pengalaman pribadi dalam belajar : pilihan untuk mandiri dalam belajar menjadikan siswa untuk berusaha melangkah maju, memilih sendiri peralatan yang digunakan untuk penyampaian belajar mengajar, mengumpulkan bahanbahan sesuai dengan kebutuhan.
  • Mengurangi biaya : lembaga penyelenggara e-Learning dapat mengurangi bahkan menghilangkan biaya perjalanan untuk pelatihan, menghilangkan biaya pembangunan sebuah kelas dan mengurangi waktu yang dihabiskan oleh pelajar untuk pergi ke sekolah.
  • Mudah dicapai: pemakai dapat dengan mudah menggunakan aplikasi e-Learning dimanapun juga selama mereka terhubung ke internet. e- Learning dapat dicapai oleh para pemakai dan para pelajar tanpa dibatasi oleh jarak, tempat dan waktu.
  • Kemampuan bertanggung jawab : Kenaikan tingkat, pengujian, penilaian, dan pengesahan dapat diikuti secara otomatis sehingga semua peserta (pelajar, pengembang dan pemilik) dapat bertanggung jawab terhadap kewajiban mereka masing- masing di dalam proses belajar mengajar.

B. Kekurangan e-Learning

Beberapa kekurangan yang dimiliki oleh pemanfaatan e-Learning:

  • Kurangnya interaksi antara pengajar dan pelajar atau bahkan antar pelajar itu sendiri. Kurangnya interaksi ini bisa memperlambat terbentuknya values dalam proses belajar mengajar.
  • Kecenderungan mengabaikan aspek akademik atau aspek sosial dan sebaliknya mendorong tumbuhnya aspek bisnis/komersial.
  • Proses belajar mengajar cenderung ke arah pelatihan daripada pendidikan.
  • Berubahnya peran pengajar dari yang semula menguasai teknik pembelajaran konvensional, kini juga dituntut mengetahui teknik pembelajaran yang menggunakan ICT (Information, Communication and Technology).
  • Tidak semua tempat tersedia fasilitas internet ( mungkin hal ini berkaitan dengan masalah tersedianya listrik, telepon ataupun komputer).
  • Kurangnya mereka yang mengetahui dan memiliki keterampilan tentang internet.
  • Kurangnya penguasaan bahasa computer

2.4 Virtual Class

Virtual Class merupakan sebuah konsep proses pembelajaran baru dengan menggunakan media dan teknologi informasi yang menggantikan proses pembelajaran konvensional yang dewasa ini sudah dirasakan kurang relevan lagi. Dengan mengembangkan sebuah sistem Virtual Class, maka berbagai hambatan yang dimiliki oleh proses pembelajaran konvensional dapat diatasi atau setidaknya
dikurangi. Seperti kita ketahui bahwa proses pembelajaran konvensional dilakukan dengan cara tatap muka secara langsung antara pengajar dengan siswa pada ruangan yang telah disediakan. Jika melihat dari proses pembelajaran konvensional diatas, jelas untuk situasi dewasa ini sudah kurang memungkinkan. Hal ini dikarenakan sudah semakin terbatasnya lahan untuk membangun sarana dan prasarana ruang belajar yang baru, jumlah staf dosen pengajar yang juga harus ditambah yang pada akhirnya berdampak pada semakin mahalnya biaya penyelenggaraan pendidikan yang harus ditanggung mahasiswa. Selain itu proses pembelajaran konvensional juga sangat terkait dengan tempat dan waktu yang telah ditentukan, sehingga mengurangi fleksibilitas dan efisiensi waktu. Salah satu solusi dari permasalahan di atas adalah dengan mengembangkan sebuah sistem Virtual Class dengan memanfaatkan media dan teknologi informasi dewasa ini. Seperti telah dijelaskan sebelumnya bahwa internet menyediakan berbagai keunggulan dan manfaat, maka dengan memanfaatkan internet sebagai media untuk mendesain sebuah Virtual Class kini siswa dan pengajar dapat merasakan manfaat yang sangat besar. Salah satu diantaranya adalah proses belajar-mengajar yang dapat dilakukan dimana saja dan kapan saja (tidak terkait
dengan tempat dan waktu). Selain itu tentunya masih banyak kelebihan dan manfaat lainnya yang dapat diperoleh dengan menggunakan metode Virtual Class ini. Proses pembuatan website Virtual Class untuk mata pelajaran Sains Biologi yang dibahas dalam penulisan ini dapat dijadikan sebuah tolak ukur untuk pengembangan website Virtual Class yang lebih baik dimasa mendatang. Selain
itu dengan pengembangan yang lebih intensif lagi, bukan tidak mungkin website Virtual Class ini dapat menggantikan proses pembelajaran konvensional yang selama ini diterapkan oleh instansi-instansi pendidikan.

2.5 Web Enhance Course dan Distance Learning

Tahap awal pemanfaatan internet dalam pengajaran berbentuk model Web Enhanced Course. Model ini menggunakan internet sebagai penunjang peningkatan kegiatan belajar mengajar di kelas. Jadi, peningkatan kualitas pengajaran masih sangat mengutamakan tatap muka di kelas. Model Web Enhanced Course menjadikan internet sebagai penyedia sumber belajar yang bias diakses secara online. Internet juga menjadi sarana bagi peserta didik untuk meningkatkan komunikasi, baik sesama peserta didik, peserta didik dengan pengajar, atau peserta didik dengan kelompok lain di luar institusi sekolah. Model ini meningkatkan kualitas pengajaran yang diberikan di ruang kelas karena terdapat pengayaan materi, baik yang berasal dari kegiatan tatap muka di kelas maupun yang ada di internet. Apabila pihak institusi pengajaran telah mampu menerapkan model Web Enhanced Course maka institusi bias mengembangkan ke tahap selanjutnya yang
disebut distance learning. Pada model distance learning, pengajar dan peserta didik terpisah oleh waktu dan ruang. Walau demikian, diskusi masih bisa dilaksanakan, baik secara sinkron maupun asinkron. Seluruh kegiatan pengajara dilakukan melalui internet sehingga kegiatan tatp muka secara fisik tidak diperlukan. Dalam distance learning, internet bukan hanya berperan sebagai pendukung kegiatan pengajaran, melainkan juga factor utama yang menentukan jalannya pengajaran. Bagaimana tidak? Tanpa koneksi internet maka pengajaran tidak akan dapat berjalan. Pengajaran jarak jauh (distance learning) melelui internet harus tetap melibatkan empati para pengajar sehingga terjadi hubungan erat antara pengajar dan peserta didik. Tanpa empati, pengajaran dalam arti sesungguhnya tidak terjadi dan yang berlangsung hanyalah proses transfer informasi. Untuk itu, institusi yang menyelenggarakan distance learning harus mempehatikan unsur-unsur sebagai berikut :

  • Pusat kegiatan peserta didik. Sebagai community web distance

learning maka ia harus bisa menjadi sarana bagi pusat kegiatan peserta didik, di antaranya menambah kemampuan, membaca materi kuliah, mencari informasi dan sebagainya. Untuk itu, institusi perlu merancang sebaik mungkin web yang disajikan sehingga bisa
menampung semua kebutuhan peserta didik. Institusi juga harus membuka diri kepada para peserta didik sehingga penjaringan ide bagi
pengembangan aplikasi yang ada bisa berjalan lebih cepat.

  • Interaksi dalam grup. Para peserta didik harus bisa saling

berinteraksi satu sama lain walaupun tidak berada pada satu tempat/ruangan yang sama. Mereka bisa saling berdiskusi tentang
materi yang diberikan oleh para pengajar. Dosen bisa hadir dalam diskusi ini dengan memberikan ulasan awal sebelum diskusi dimulai.
Oleh karena itu, institusi yang benar-benar terjun dalam pola distance learning harus pula mempersiapkan aplikasi yang bisa
menjalininteraksi antara semua komponen yang terlibat dalam pengajaran.

  • Sistem administrasi peserta didik. Unsur ini tidak boleh diabaikan.

Karena dalam distance learning peserta didik tidak hadir secara fisik pada institusi yang ada maka format administrasi yang perlu dibangun akan lebih komplek bila dibandingkan pola pengajaran konvensional. Perlu dikembangkan juga aplikasi yang memungkinkan peserta didik untuk mengetahui statusnya (prestasi), jumlah SKS (Sistem Kredit Semester) yang telah ditempuh, mata kuliah yang akan diambil pada semester selanjutnya, cara pembayaran biaya pengajaran, dan sebagainya. Hal yang tidak boleh dilupakan oleh institusi pengajaran adalah adanya jaminan keamanan terhadap data pribadi para peserta didik. Kerahasiaan data ini mutlak dan instiusi tidak berhak menjualnya kepada pihak lain. Institusi pengajaran perlu melengkapi diri dengan aplikasi keamanan jaringan internet (seperti firewall, enkripsi data, dan sebagainya). Aplikasi keamanan jaringan akan mengurangi peluang kebocoran data peserta didik yang berisiko tinggi apabila berhadapan dengan pihak-pihak tak bertanggung-jawab.

  • Evaluasi materi.

Evaluasi sangat penting dilakukan agar peserta didik maupun institusi pengajar bisa mengetahui sejauh mana efektifitas pengajaran yang dilakukan. Evaluasi ini juga membantu peserta didik dalam mengetahui tingkat pemahaman materi yang disajikan.

  • Perpustakaan digital.

Dalam distance learning, perpustakaan digital merupakan hal yang wajib. Tanpa adanya perpustakaan digital maka peserta didik akan mengalami kesulitan dalam mencari literature yang dibutuhkan dalam proses pengajaran. Ketidakhadiran perpustakaan digital akan sangat menurunkan kualitas pengajaran yang ada karena peserta didik tidak mampu hadir secara fisik untuk memperoleh sumber informasi pengajaran yang dimiliki oleh institusi pengajaran tersebut. Materi yang ada dalam perpustakaan digital hendaknya tidak hanya berupa buku, tetapi juga literasi berbentuk video, audio, dan image.

  • Materi online pendukung lainnya.

Selain perpustakaan digital yang menyajikan sumber ilmu yang dimiliki oleh institusi pengajaran, peserta didik juga harus diberi link ke sumber informasi lainnya. Situs-situs pendukung yang sekiranya mampu meningkatkan pemahaman peserta didik terhadap materi yang ada perlu disajikan dalam aplikasi distance learning. Peserta didik juga harus diberikan kesempatan untuk bisa mengisikan link pada aplikasi distance learning sehingga peserta didik lain bisa memperoleh manfaat yang lebih progresif. Dengan keterlibatan peserta didik, diharapkan tumbuh loyalitas untuk saling berbagi informasi sehingga bisa membantu peserta didik lain dalam memperoleh manfaat dan distance learning ini.

2.6 Aplikasi Internet Untuk Pengajaran

Internet menyediakan banyak kemudahan bagi dunia pengajaran. Sebenarnya, suatu institusi yang akan mengadakan pengajaran online tidak perlu susah-susah membangun perangkat lunak untuk e-learning yang dibutuhkannya. Telah tersedia berbagai pilihan aplikasi yang bisa dimanfaatkan demi memperlancar jalannya proses pengajaran. Pilihan aplikasi yang tersedia sangat beragam, mulai yang gratis (di bawah open source project) hingga komersial ( di bawah vendor tertentu). Ketika memutuskan untuk menerapkan distance learning, yang harus dilakukan pertama kali adalah memahami model CAL+CAT (Computer Assisted Learning+Computer Assistant Teaching) yang akan diterapkan. Beberapa model CAL+CAT, di antaranya adalah :

  • Learning Management System (LMS).

LMS merupakan kendaraan utama dalam proses pengajaran dan pembelajaran. Kumpulan perangkat lunak yang ada di desain untuk pengaturan pada tingkat individu, ruang kuliah, dan institusi. Karakter utama LMS adalah pengguna yang merupakan pengajar dan peserta didik, dan keduanya harus terkoneksi dengan internet untuk menggunakan aplikasi ini.

  • Computer Based Training (CBT) / Course Authoring Package (CAP).

CBT adalah perangkat lunak online untuk proses pembelajaran secara lokal pada masing-masing computer peserta didik. Perangkat lunak ini juga bisa diterapkan secara online. Kebanyakan pengguna menggunakannya secara offline karena factor bandwith yang dibutuhkan
CBT untuk memproses large video. CAP adalah perangkat lunak untuk mengembangkan isi perangkat lunak CBT.

  • Java Development Tools (JDT).

JDT adalah lingkungan dimana peserta didik dapat memperoleh pengalaman praktis dalam menggunakan bahasa pemrograman Java (hands on experience). JDT umumnya dipasang secara offline pada masing-masing computer peserta didik. Setelah mengetahui model CAL+CAT yang akan diterapkan, institusi pengajaran haus menentukan perangkat lunak yang akan digunakan. Institusi yang memiliki dana/ modal bisa memilih perangkat lunak yang disediakan oleh vendor komersial. Namun, bagi institusi dengan dana terbatas, perangkat lunak open source menjadi solusi terbaik. Kehadiran internet sungguh menunjang pengembangan perangkat lunak berbasis open source.

2.7 Sekilas moodle

Moodle adalah sebuah paket perangkat lunak yang berguna untuk membuat dan mengadakan kusus/pelatihan/pendidikan berbasis internet. Moodle adalah sebuah proyek berkelanjutan dan tanpa henti. Proyek pembangunannya di desain untuk mendukung kerangka konstruksi social (social construct) dalam pendidikn. Moodle termasuk dalam model CAL+CAT (Computer Assisted Learning+Computer Assisted Teaching) yang disebut LMS (Learning Management System). Moodle diberikan secara gratis sebagai perangkat lunak open source (di bawah lisensi GNU Public License). Artinya, meski memiliki hak cipta, moodle tetap memberikan kebebasan bagi Kita untuk mengopi, menggunakan , dan memodifikasinya. Jadi, kita harus setuju menyediakan source code (kode sumber) aslinya untuk pihak lain, tidak memodifikasi atau menghilangkan lisensi aslinya dan hak cipta yang ada padanya, serta menerapkan lisensi yang sama terhadap
produk turunan Moodle. Moodle dapat langsung bekerja tanpa modifikasi pada Unix, Linux, Windows, Mac OS X, Netware dan system lain yang mendukung PHP, termasuk pada sebagian besar provider web hosting. Data diletakkan pada sebuah database. Database terbaik bagi Moodle adaalah MySql dan PostgreSQL dan tak menutup kemungkinan untuk digunakan pada oracle, Access, Interbase, ODBC, dan
sebagainya. Moodle merupakan akronim dari Modular Object Oriented Dynamic Learning Environment. Moodle sekaligus sebuah kata yang menggambarkan betapa inginnya mencapai sebuah tujuan, namun harus melalui jalan yang berlikuliku, melakukan sesuatu yang terencana untuk menggerakkan orang lain (komunitas); sebuah pionir yang akan membangun kreativitas dan pemikiran. Hal
ini diterapkan ketika Moodle dibuat, dan ketika pengajar dan peserta didik melakukan aktivitas pengajaran dalam pelatihan online.

2.7.1 Latar Belakang Moodle

Moodle merupakan kerja bersama dan masih akan berkembang. Pembangunan Moodle pertama kali dirintis oleh Martin Dougiamas yang
selanjutnya menjadi pemimpin developer Moodle. Sekitar tahun 90-an Martin Dougiamas menjadi webmaster di Universitas Teknologi Curtin. Selain itu, ia menjadi administrator system dalam instalasi WebCT (sebuah perangkat lunak e-learning dari vendor komersial) di universitas tersebut. Ia merasa frustasi akibat menemui kesulitan dengan WebCT yabg juga membutuhkan banyak perubahan dalam pengembangannya. Martin melihat banyak orang di sekolah dan institusi lebih kecil yang ingin memanfaatkan internet secara lebih baik, tetapi mereka tidak tahu harus memulai dari mana. Oleh karena itu, muncul keiginan membangun sebuah alternative elearning gratis sehingga dapat membantu masyarakat dalam pembelajaran secara online. Keyakinan yang tinggi terhadap kemungkinan pendidikan berbasis internet mendorongnya untuk menyelesaikan Master dan Ph.D di bidang pendidikan. Ini dilakukannya demi melengkapi pengetahuannya di bidang computer dengan masalah pembangunan iklim pembelajaran dan kolaborasi. Martin banyak terpengaruh dengan paham konstruksi social – paham ini tidak hanya mendorong pembelajaran sebagai aktivitas social, tetapi berfokus agar pembelajaran yang ada secara aktif membangun karya bersama yang dapat dilihat dan digunakan oleh orang lain. Martin berkomitmen untuk melakukan kerja dalam pembangunan Moodle. Serta menjaganya tetap terbuka dan gratis. Ia memiliki keyakinan yang kuat
tentang pendidikan tak terbatas, dan Moodle merupakan salah satu jalan untuk merealisasikannya. Hal ini yang cukup krusial adalah perangkat lunak e-learning ini harus mudah digunakan dan intuitif. Versi 1.0 dirilis pada tahun 2002. Versi ini diperuntukkan bagi segmen kecil, dengan bersubjek pada penelitian analisis iklim kolaborasi dan refleksi yang tampak pada kelompok kecil. Semenjak iti, muncul rilis baru dengan penambahan fitur tertentu, skalabilitas yang lebih baik disertai peningkatan kinerja perangkat lunak yang ada.
Moodle mulai menyebar dan komunitasnya pun bertumbuh. Masukan pengembangan berdatangan dari masyarakat yang lebih luas dengan situasi pengajaran yang berbeda. Sebagai contoh, saat ini modle tidak hanya digunakan oleh universitas, tetapi juga SMA, SD, organisasi nirlaba, perusahaan swasta, dengan pengajar yang bebas dan tak terbatas. Sejumlah organisasi di seluruh dunia
turut berkontribusi dalam Moodle dengan berbagai cara. Fitur penting Moodle adalah website moodle.org. Situs ini berfungsi
sebagai pusat informasi, diskusi, dan kolaborasi antara sesame pengguna Moodle, diantaranya administrator system, para pengajar, peneliti, desainer instruksional, dan developer perangkat lunak. Seperti halnya Moodle, website ini melayani
semua kebutuhan komunitas, dan akan selalu gratis. Pada tahun 2003, perusahaan moodle.com diluncurkan untuk melayani
dukungan secara komersial bagi mereka yang membutuhkan, seperti pengelola hosting, konsultasi, dan pelayanan lainnya.

2.7.2 Masa depan Moodle

Moodle sedang menuju ke tahap pendewasaan. Arah pengembangan Moodle sangat terpengaruh oleh komunitas developer dan pengguna yang ada. Berikut ini adalah target masa depan Moodle yang ditunjukkan melalui versi yang dirilis.

1. Versi 1.3 – Mei 2004
Hadir hanya dalm beberapa minggu setelah Moodle 1.2. Target utama rilis ini adalah penambahan kemampuan kalender dan event (kegiatan) dalam distribusi utama Moodle.

2. Versi 2.0 – Akhir 2004
Rilis ini akan menyertakan perubahan mendasar dalam struktur internal yang di
desain untuk menambahkan fleksibilitas dan skalabilitas di banyak area. Target
yang ingin diraih adalah :
· Penulisan ulang tampilan menggunakan XHTML – kode yang kompatibel
dan implementasi template yang lengkap untuk meningkatkan standar,
kebutuhan, fleksibilitas, dan aksesibilitas.
· Penggunaan PHP secara luas dalam kode Moodle untuk memudahkan
programmer menulis modul baru atau mengintegrasikannya dengan system
eksternal.
· Arsitektur baru dalam pendaftaran dengan plugin (seperti yang terdapat
dalam arsitektur otentifikasi) sehingga eksternal system (misalnya daftar
peserta didik, Paypal, LDAP, dan sebagainya) dapat mengontrol peserta
didik dan pengajar dalam mengakses pelatihan/ kursus yang ada.
3. Versi 2.1
Rilis ini akan mulai membangun struktur dan menambahkan fitur-fitur baru,
seperti :
· Sistem control akses baru yang mampu mendefinisikan hak dan kewajiban
secara lebih baik.
· Dukungan pedadogi yang lebih baik untuk para pengajar dan peserta didik.
· Dukungan dasar bagi standar objek pembelajaran (paket isi SCORM).
· Integrasi yang lebih baik antara Moodle dengan moodle.org (sebagai upaya
memperlancar proses berbagai dan kolaborasi di antara pengajar).

2.8 Database Server
Database yang digunakan adalah database server. Di antara sekian banyak database server yang ada, pilihan jatuh kepada MySQL, dengan kombinasi terbaik LAMP (Linux-Apache-MySQL-PHP). Dalam mengelola pelatihan/kursus online, Moodle membutuhkan database.
Database yang mendukung Moodle adalah database server. Penetapan tersebut disebabkan pembangunan Moodle yang menggunakan script bersifat server side, yaitu PHP (PHP: Hypertext Preprocessor). Moodle sebenarnya dapat di desain agar bisa bekerja pada database konvensional (Desktop Aplikasi), namun hal ini sangat tidak disarankan. Terdapat berbagai macam pilihan database server, dari yang komersial hingga yang gratis, diantaranya adalah Oracle, Microsoft SQL Server, MY SQL, Interbase, Postgre SQL, Firebird, SAP DB, GNU SQL, m SQL, GadFly, SyBase, dan sebagainya. Rilis Moodle terbaru saat buku ini dirilis, yaitu versi 1.3.2, telah
mendukung beberapa database, yaitu MySQL, PostgreSQL, Oracle, Interbase, dan ODBC. Selain database ini Moodle juga mendukung database desktop aplikasi, yaitu Microsoft Access. Walaupun Moodle dapat bekerja pada semua platform yang mendukung
PHP namun kombinasi terbaik bagi Moodle adalah Linux-Apache-MySQL-PHP (LAMP). Artinya, Moodle akan berjalan lebih baik pada Operating System Linux, web server Apache, dan database MySQL. Selain MySQL, Moodle juga sangat
mendukung PostgreSQL.

2.8.1 MySQL
MySQL (Structured Query Language) merupakan sebuah software system manajemen database (Database Management System – DBMS) yang sangat populer dikalangan programmer web, terutama dilingkungan Linux dengan menggunakan script PHP dan Perl. MySQL kini juga telah tersedia untuk sistem berbasis Windows (98, ME, NT dan XP) keluaran Microsoft. MySQL adalah miniSQL yang
dikembangkan oleh MySQL AB (perusahaan IT Swedia) sejak tahun 1979 dibawah komando Michael Widenius Monty. Software MySQL versi 1.0 dikeluarkan pada Mei 1996 secara terbatas. Kemudian pada bulan Oktober 1996 muncul versi 3, yang sekaligus
merupakan awal bagi MySQL yang dapat digunakan oleh para programmer web yang membutuhkan database. MySQL merupakan database yang paling populer digunakan untuk membangun aplikasi web yang menggunakan database sebagai sumber dan
pengelola datanya. Kepopuleran MySQL dimungkinkan karena kemudahannya untuk digunakan, kinerja yang cepat, serta mencukupi untuk berbagai kebutuhan database. Database telah menjadi bagian integral dalam kehidupan manusia. Sebuah
pekerjaan akan terasa berat jika tidak didukung oleh database. Sebagai contoh, keberadaan database dirasakan sangat penting dalam pekerjaan di bank, universitas dan perusahaan. Contoh lainnya adalah beberapa fasilitas di internet yang tidak
mungkin berjalan tanpa adanya dukungan database seperti search engine, e-commerce dan website berita. Database yang berjalan dan dikendalikan di komputer dinamakan database server. Kelebihan lain dari MySQL dibandingkan database lainnya adalah dapat
digunakan oleh siapa saja secara bebas dengan lisensi GPL (General Public License). MySQL mampu menangani jutaan user dalam waktu yang bersamaan, mampu menampung lebih dari 50.000 record dan juga menyediakan dukungan open source.
Hingga saat ini tercatat telah digunakan lebih dari 3 juta pengguna dan telah dipasangkan pada setengah juta lebih server-server didunia.
2.9 Apache Web Server Apache merupakan turunan dari web server yang dikeluarkan oleh NCSA, yang bernama NCSA HTTPd. Apache merupakan pangganti A Patchy” dari NCSA HTTPd. Apache merupakan tulang punggung World Wide Web (WWW). Web server akan menunggu permintaan dari browser seperti IE, Mozilla, lynx, dan sebagainya. Apache banyak digunakan oleh portal-portal besar. Beberapa pertimbangan untuk memilih Apache adalah :
1. Perangkat lunak gratis.

2. Mudah diinstall.

3. Apache beroperasi pada banyak platform system operasi, di antaranya
AUX 3.1, Free BSD, HP-UX, Linux, Solaris, Windows, dan sebagainya.

4. Dalam Apache, tak sulit melakukan penambahan peralatan yang diperlukan
dalam platform web server, misalnya penambahan modul.

5. Sudah dikonfigurasi.
Instalasi Apache-PHP-MySQL secara manual (satu per satu) bagi pengguna awam merupakan hal yang cukup rumit dan bertele-tele. Mereka kerap menemui kegagalan dan kebingungan. Hal demikian mungkin tak akan ditemui pengguna system operasi Linux. Banyak ditemukan bundle aplikasi yang telah menyatukan PHP-Apache-MySQL sehingga pengguna tak perlu melakukan setting secara
manual. Anda mungkin telah mendengar PHP Triad, Apache 2 Triad, atau aplikasi lainnya. Bagaimana dengan pengguna sistem operasi Microsoft Windows, adakah tool yang memudahkan mereka? Pada kesempatan ini, penulis menggunakan software package WAMP
(Windows-Apache-MySQL-PHP) terdiri dari Apache (mod_ssl), PHP, MySQL, open SSL, dan tool administratif lainnya. WAMP merupakan bundle aplikasi yang disediakan bagi pengguna Microsoft Windows. WAMP digunakan karena memberikan kemudahan bagi pengguna yang membutuhkan SSL (Secure Socket Layer). SSL berfungsi sebagai bukti otentifikasi bahwa server yang diakses oleh pengunjung web bukanlah server yang salah. Banyak aplikasi berbasis web membutuhkan SSL. Dengan menginstal WAMP, administrator Windows tak perlu lagi melakukan instalasi ulang Apache-MySQL-PHP hanya karena membutuhkan aplikasi SSL. Instalasi WAMP5 :

1. Jalankan wamp.exe.Baca dan setujui Term and Condition yang terdapat dalam WAMP.

2. Mengisi lokasi instalasi WAMP. Lokasi default instalasi adalah C: \ swamp.
Anda dapat menggunakan lokasi instalasi yang lain, namun perlu
Start-> Settings-> Control Tools-> Services Panel
->Administrative

3. Isikan nama server. Nama tersebut dapat berupa nama domain (untuk server lokal, gunakan localhost sebagai nama server).

4. Isikan alamat e-mail administrator. Ketika ada permasalahan terkait dengan server maka pengunjung web bisa mengirim e-mail ke administrator yang bersangkutan. Alamat ini akan muncul pada halaman error.

5. Isikan port yang digunakan oleh Apache. Secara default. Apache menggunakan port 80.

6. Selanjutnya, mengisikan user name dan password untuk database MySQL.
Anda akan menggunakan usemame dan password ketika menjalankan PhpMyAdmin.

2.10 PHP (PHP:Hypertext Preprocessor)

PHP merupakan bahasa pemrograman berbasis script yang digunakan dalam pemrograman sebuah halaman web. Ada dua buah side dalam programming, yaitu client-side programming dan server-side programming. Dan PHP merupakan salah satu server-side programming yang paling banyak dipakai karena lebih mudah digunakan. PHP (dahulu merupakan singkatan dari Personal Home Page, sekarang menjadi Personal Hypertext Preprocessor) yang merupakan bahasa pemrograman yang dikembangkan secara bersama oleh para programmer dari seluruh dunia yang menekuni open source. PHP dikembangkan khususnya untuk mengakses dan manipulasi data yang ada di database server open source seperti MySQL. Dengan demikian, tingkat kompabilitasnya terhadap server gratis seperti MySQL sangat baik. Penemu dari bahasa PHP adalah Rasmus Lerdorf yang bermula dari keinginannya untuk memiliki alat bantu dalam memonitor pengunjung yang melihat situs web miliknya. Pada tahun 1995 dirilislah PHP/FI (PHP-Forum Interpreter) yang memiliki
kemampuan dasar dalam membangun aplikasi web, memproses form, dan mendukung database MySQL.

2.11 Materi Sains Biologi Yang Ditampilkan

Berbagai materi yang ditampilkan dalam website Virtual Class Sains Biologi ini dibuat dan didesain secara langsung dari buku-buku referensi. Materi-materi yang ditampilkan antara lain:

1.  5 buah tutorial online, meliputi:
a) Materi untuk bab 1 membahas mengenai Kerja Ilmiah.
b) Materi untuk bab 2 membahas mengenai Peran Biologi bagi Kesejahteraan Manusia.
c) Keanekaragaman Hayati dan Klasifikasi
d) Materi untuk bab 3 membahas mengenai Virus.

2. Latihan online, sebagai evaluasi bagi mahasiswa, meliputi:
a) 3 buah latihan dari masing-masing tutorial bab-bab yang telah tersedia.
Selain materi-materi yang disediakan secara online, juga disediakan materi-materi yang dapat didownload oleh user.

2.12 Struktur Navigasi
Struktur navigasi (penjejakan) adalah struktur atau alur dari sebuah program yang merupakan rancangan hubungan dan rantai kerja dari beberapa area yang berbeda yang membantu mengorganisasikan seluruh elemen halaman web dengan pemberian perintah dan pesan. Struktur navigasi juga memberikan kemudahan dalam menganalisa seluruh objek dalam halaman web dan bagaimana pengaruhnya terhadap pengguna. Setiap struktur navigasi yang akan dibahas mempunyai fungsi dan tujuan tersendiri, tidak ada yang lebih baik atau lebih buruk. Penggunaan struktur navigasi bergantung kepada kebutuhan dan tujuan dari aplikasi halaman web yang hendak dibuat. Semakin kompleks peta penjejakan yang digunakan, maka semakin sulit pula pembuatan aplikasi halaman web dari peta penjejakan tersebut. Menentukan suatu struktur navigasi merupakan hal yang sebaiknya dilakukan sebelum membuat homepage. Ada empat macam bentuk dasar dari struktur navigasi yang dapat digunakan dalam proses pembuatan homepage, yaitu linear, non linear, hirarki dan composite (campuran).

2.12.1 Struktur Navigasi Linier
Linier (satu alur) merupakan struktur yang hanya mempunyai satu rangkaian cerita yang berurut yang menampilkan satu demi satu tampilan layar secara urut menurut urutannya. Tampilan yang dapat ditampilkan pada struktur jenis ini adalah satu halaman sebelumnya atau satu halaman sesudahnya tidak dapat dua halaman sebelumnya atau dua halaman sesudahnya. Pada struktur navigasi ini tidak diperkenankan adanya percabangan.

2.12.2 Struktur Navigasi Non Linier

Struktur navigasi non linier (tidak berurut) merupakan pengembangan dari struktur navigasi linier. Pada struktur ini diperkenankan membuat penjejakan bercabang. Percabangan yang dibuat pada struktur Non Linier ini berbeda dengan percabangan pada struktur Hirarki, karena pada percabangan non linier ini walaupun terdapat percabangan, tetapi tiap-tiap tampilan mempunyai kedudukan
yang sama tidak ada Index dan Slave Page.

2.12.3 Struktur Navigasi Hirarki

Hirarki (bercabang) merupakan suatu struktur yang mengandalkan percabangan untuk menampilkan data berdasarkan kriteria tertentu. Tampilan pada menu pertama disebut sebagai Index (halaman utama kesatu), halaman utama ini akan mempunyai halaman percabangan yang dikatakan Slave Page (halaman pendukung). Jika salah satu halaman pendukung dipilih atau diaktifkan, maka tampilan tersebut akan bernama Index (halaman utama kedua), dan seterusnya. Pada struktur penjejakan ini tidak diperkenankan adanya tampilan secara linier.

2.12.4 Struktur Navigasi Composite (Campuran)

Struktur navigasi campuran merupakan gabungan dari ketiga struktur sebelumnya, yaitu Linier, Non Linier dan Hirarki. Struktur navigasi ini juga biasa disebut struktur navigasi bebas. Jika suatu tampilan membutuhkan percabangan maka dapat di buat percabangan, dan bila dalam percabangan tersebut terdapat suatu tampilan yang sama kedudukannya maka dapat dibuat struktur Linier dalam percabangan tersebut. Struktur penjejakan ini banyak digunakan dalam pembuatan aplikasi halaman web sebab struktur ini dapat memberikan keinteraksian yang lebih tinggi.

 

 

BAB III
PEMBAHASAN

3.1 Perencanaan Virtual Class

Virtual Class sangat potensial untuk membuat proses belajar lebih efektifn sebab peluang siswa untuk berinteraksi dengan guru, teman, maupun bahan belajarnya terbuka lebih luas. Melalui Virtual Class, para siswa dimungkinkan untuk tetap dapat belajar sekalipun tidak hadir secara fisik di dalam kelas. Dalam web Virtual Class ini berisi materi Sains Biologi dimana tiap siswa mendapatkan materi yang tersedia dan dapat mengerjakan soal latihan secara online. Tiap soal latihan diberi waktu untuk menjawab sebanyak 2 menit bila selama dua menit tersebut tdak ada reaksi dari siswa maka soal akan berlanjut ke nomor berikutnya. Nomor soal yang belum terisi otomatis akan dihitung salah. Web ini dibangun menggunakan perangkat lunak Moodle.

3.2 Instalasi WAMP5
Lakukan instalasi dengan langkah-langkah sebagai berikut ini:

Gambar 3.2 Tampilan Setup wizard

– Klik tombol Next


Gambar 3.3 Tampilan End User License Agreement (EULA)
– Biasanya jarang sekali dibaca pernyataan seperti pada Gambar di atas saat melakukan instalasi. Klik tombol Next

Gambar 3.4 Tampilan Lokasi instalasi
– Untuk lokasi instalasi, penulis sarankan untuk tidak menginstalasinya pada nama direktori yang mengandung spasi, contohnya c:\program file. Biarkan default seperti di atas, jangan diubah. Klik tombol Next

Gambar 3.5 Tampilan penamaan folder

– Biarkan nama default seperti di atas, tidak perlu diubah. Klik tombol Next

 

Gambar 3.6 Tampilan pilihan Additional Tasks
– Penulis sarankan untuk tidak mengklik pada pilihan auto start. Agar WAMP5 berjalan dengan manual dan akan memulai dan mangakhiri atas kehendak kita. Klik tombol Next

Gambar 3.7 Tampilan memulai instalasi WAMP5
– Klik tombol Next


Gambar 3.8 Tampilan WAMP5 sedang melakukan ekstrasi file
– Tunggu proses instalasi sampai selesai. Proses ini mungkin akan memakan waktu
yang cukup lama. Jika sudah selesai, akan tampil gambar sebagai berikut ini :


Gambar 3.9 Tampilan lokasi Document Root

– Klik tombol OK

Gambar 3.10 Tampilan SMTP server
– Biarkan default seperti di atas, jangan diubah. Klik tombol Next

Gambar 3.11 Tampilan PHP mail parameters

– Ketik alamat email untuk digunakan pada PHP untuk mengirimkan email. Setelah itu klik tombol Next

Gambar 3.12 Tampilan lokasi default browser
– Klik tombol Open

Gambar 3.13 Tampilan instalasi WAMP5 telah selesai

3.2.1 Daftar Paket WAMP5

Kembali lagi ke awal instalasi, ketika menginstalasi WAMP5 maka sesungguhnya juga meliputi banyak paket. Berikut ini adalah daftar paket tersebut :
– Apache 2.2.4
– PHP 5.2.1 and PECL
– MYSQL 5.0.27
– PHP MYADMIN 2.9.2
– SQLITEMANAGER 1.2.0
Paket tersebut sudah lengkap. Anda tidak perlu lagi men-download dan menginstalasinya satu persatu.

3.2.2 Database
Dalam hal ini termasuk pembuatan dan pengkoneksian database. Dengan menggunakan server local, isi alamat browser dengan http://localhost/phpmyadmin/ Untuk membuat database melalui phpMyAdmin, isikan form create pada
phpMyAdmin dengan nama database (misalnya mymoodle).

Gambar 3.14 PHPMyAdmin sedang membuat database mymoodle

3.3 Instalasi Moodle
Download Moodle pada situs yang beralamat di http://moodle.org/download. Setelah mendownload dan membuka zip yang ada, Anda akan menemukan sebuah direktori Moodle yang terdiri dari sejumlah file dan folder.
Buka direktori wamp -> www. Letakan isi folder moodle ke dalam folder www.
Lalu jalankan WAMP5 :
Start -> All Program -> WampServer -> start WampServer.
Pada pojok kiri bawah akan muncul ikon.
Semua server berhenti
Salah satu server sedang berjalan
Semua server berjalan

Gambar 3.15 Tampilan ikon untuk memulai WAMP5
– Jika semua server sudah berjalan, klik icon tersebut lalu pilih localhost.


Gambar 3.16 Instalasi WAMP5 berhasil.
– Lalu pilih folder moodle pada your projects

BAB IV
PENUTUP

Sebagai penutup dari penulisan ilmiah ini, berikut ini akan disajikan kesimpulan dan saran dari hasil perancangan aplikasi membuat website pada bab sebelumnya.

4.1 Kesimpulan
Website Vitual Class ini termasuk dalam website yang dinamis yang menyediakan fasilitas yang interaktif bagi user. Para siswa dimungkinkan dapat belajar sekalipun tidak hadir secara fisik di dalam kelas. Dalam pembuatan website
ini penulis menggunakan perangkat lunak Moodle, hal ini dikarenakan agar tampilan
website menjadi lebih menarik.

4.2 Saran
Tampilan website Virtual Class yang dibuat oleh penulis masih jauh dari sempurna, hal ini dikarenakan keterbatasan dalam penggunaan Moodle yaitu Moodle tidak dapat meng-upload file video yang lebih besar dari 2 MB, dimana file video ini
sebagai salah satu cara agar website ini lebih menarik untuk siswa. Website Virtual Class ini tidak diupload karena database yang terdapat pada Moodle besar dan melebihi kapasitas upload pada freeweb. Adapun jika melebihi kapasitas upload di freeweb, maka harus membayar.


0 Responses to “penulisan ilmiah VIRTUAL CLASS SAINS BIOLOGI MENGGUNAKAN MOODLE”



  1. Tinggalkan sebuah Komentar

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s


my foto

kalender

Maret 2011
S S R K J S M
« Feb   Mei »
 123456
78910111213
14151617181920
21222324252627
28293031  

RSS google

  • Sebuah galat telah terjadi; umpan tersebut kemungkinan sedang anjlok. Coba lagi nanti.

artikel bulan

my blogs

my musik


%d blogger menyukai ini: