16
Mar
10

Perilaku Produsen

III. PRODUCER BEHAVIOR PRODUSEN PERILAKU
A. Assumptions Concerning Producer Behavior A. Asumsi Mengenai Perilaku Produser
1. 1. Economists assume that producers attempt to maximize profits. Para ekonom berasumsi bahwa produsen berusaha untuk memaksimalkan keuntungan.

a. a. Profits are total revenues minus total costs. Keuntungan pendapatan total dikurangi biaya total.

1. 1. Total costs include both explicit and implicit costs. Total biaya mencakup baik eksplisit dan biaya implisit.

a. a. Explicit costs are direct monetary outlays made by the producer. Biaya eksplisit moneter langsung pengeluaran yang dibuat oleh produser.

b. b. Implicit costs are the producer’s opportunity costs for which there are no direct monetary outlays: time costs, for instance. Biaya implisit adalah biaya kesempatan produsen untuk mana tidak ada pengeluaran moneter langsung: waktu biaya, misalnya.
2. 2. In deciding what quantity to produce each producer must compare marginal cost with the market price of the good. Dalam memutuskan apa kuantitas untuk memproduksi masing-masing produsen biaya marjinal harus membandingkan dengan harga pasar yang baik.

a. a. Production should be carried out to the point at which marginal cost, the cost of producing an additional unit of a good, is equal to price. Produksi harus dilakukan untuk titik di mana biaya marjinal, biaya produksi unit tambahan yang baik, sama dengan harga.

1. 1. If price is greater than marginal cost, the producer’s profits can be increased by producing the unit. Jika harga lebih besar daripada biaya marjinal, keuntungan produsen dapat ditingkatkan dengan menghasilkan unit.

2. 2. If marginal cost is greater than price, the producer’s profits will bedecreased by producing the unit. Jika biaya marjinal lebih besar dari harga, keuntungan produsen akan memproduksi bedecreased oleh unit.

3. 3. Since profits are increased when price is greater than marginal cost,and profits are decreased when price is less than marginal cost, profits must be at a maximum when price is equal to marginal cost. Karena laba meningkat ketika harga lebih besar dari biaya marjinal, dan keuntungan yang menurun ketika harga kurang dari biaya marjinal, keuntungan harus berada pada saat harga maksimum sama dengan biaya marjinal.

b. b. By producing at the point where price and marginal costs are equal, not only are profits for each producer maximized, but the good is produced in the cheapest possible way. Dengan memproduksi pada titik di mana harga dan biaya marjinal adalah sama, tidak hanya untuk masing-masing produsen keuntungan maksimal, tapi yang baik dihasilkan dalam cara yang mungkin paling murah.


0 Responses to “Perilaku Produsen”



  1. Tinggalkan sebuah Komentar

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s


my foto

kalender

Maret 2010
S S R K J S M
« Feb   Apr »
1234567
891011121314
15161718192021
22232425262728
293031  

RSS google

  • Sebuah galat telah terjadi; umpan tersebut kemungkinan sedang anjlok. Coba lagi nanti.

artikel bulan

my blogs

my musik


%d blogger menyukai ini: