06
Jan
10

Teori Modernitas Kontemporer

TEORITISI KLASIK TENTANG MODERNITAS

Menurut Marx, modernitas ditentukan oleh ekonomi kaptilalis. Ia mengkritik sistem ekonomi tersebut dan kecacatannya (alienasi, eksploitasi, dsb). Menrutut Weber, masalah kehidupan modern yang paling menentukan adalah perkembanagan rasionalis formal dengan mengorbankan tipe rasionalitas lain dan mengakibatkan munculnya kerangkeng besi rasionalitas. Menurut Durkheim, modernitas ditentukan oleh solidaritas organik dan pelemahan kesadaran kolektif. Sementara itu, Simmel memusatkan perhatian pada “pengalaman“ modernitas.

MODERNITAS JUGGERNAUT

Giddens melukisankan kehidupan modern (berawal di Eropa abad 17) sebagai sebuah Juggernaut (panser raksasa). Modernitas dalam bentuk panser raksasa ini sangat dinamis. Kehidupan modern adalah sebuah “dunia yang tak terkendali” (runaway world) dengan langkah, cakupan, dan kedalaman perubahannya yang jauh lebih besar dibandingkan dengan sistem sebelumnya.

  • Modernitas dan Konsekuensinya

Konsekuensi dari tindakan untuk sebuah sistem tidak pernah dapat diramalkan sepenuhnya dan pengetahuan baru terus menerus memberangkatkan sistem menuju arah baru . Karena itu, kita semua tidak dapat mengendalikan laju panser raksasa dunia modern.

  • Modernitas dan Identitas

Giddens mendefinisakan dunia modern sebagai dunia reflkesi dan kedirian menjadi sebuah proyek refleksif

  • Modernitas dan Intimasi.

Giddens memusatkan perhatian pada tranformasi keintiman terus – menerus yang menunjukan gerakan menuju konsep penting lain dalam pemikirannnya dalam dunia modern. Dalam kehidupan modern, keintiman dan seksualitas telah tersingkirkan.

MASYARAKAT BERISIKO

Tahap klasik modernitas sebelumnya berkaitan dengan masayarakat industri, sedangkan kemunculan modernitas baru berkaitan dengan masyarakat berisiko. Sehingga, kehidupan masyarakat masa kini mempunya unsur industri dan resiko.

  • Menciptakan Risiko

Menurut Ulrich beck resiko terpusat dibangsa yang miskin, sedangkan yang kaya mampu menyingkirkan risiko sejauh mungkin. Namun, tak seorang individu kaya atau sebuah bangsa kaya pembuat risiko itu aman dari risiko, Dalam konteks ini Beck menyebutnya “efek bumerang”.

  • Mengatasi Risiko

Secara dialektika modernitas terdahulu telah menimbulkan baik itu risiko yang belum pernah terjadi sebelumnya maupun refleksif yang belum pernah ada sebelumnya untuk menanggulangi risiko itu (Beck, 1996).

MCDONALDISASI DAN ALAT KONSUMSI BARU

  • McDonaldisasi

McDonaldization ini semata-semata tertuju pada rasionalitas formal dan pada fakta bahwa restoran cepat saji (fast food) mencerminkan paradigma masa kini dari rasionalitas formal.

  • Alat alat Konsumsi Baru

Semua alat-alat konsumsi baru adalah modern dalam pengertian bahwa alat-alat itu sebagian besar adalah incaran baru yang muncul dan berkembang pada akhir abad 20. Alat konsumsi baru sangat rasional dan merupakn fenomena modern.

MODERNITAS DAN HOLOCAUST

Menurut Ritzer, paradigma modern rasionalitas formal adalah restoran cepat saji. Sedangkan menurut Bauman, paradigma modern adalah holocaust, penghancuran sistematis orang yahudi oleh Nazi. Sehingga menurutnya, asal didata dengan benar, kehidupan modern akan siap untuk mengalami bahaya yang jauh lebih besar dan lebih berat ketimbang Holocaust.

  • Produk Modernitas

Modernitas, seperti yang melekat dalam sistem rasional ini, belum menjadi kondisi yang mencukupi untuk menghasilkan Holocaust. Namun, jelas merupakan kondisi yang diperlukan. Tanpa modernitas dan rasionalitas, ”holocaust tak mungkin terjadi”(Bauman, 1989:13).

  • Peran Birokrasi

Birokrasi dan para pejabatnya tidak dapat menciptakan Holocaust berdasarkan kemauannya sendiri karena tidak ada tempat bagi pertimbangan moral didalam struktur masyarakat  modern.

  • Holocaust dan McDonaldisasi

Holocaust memiliki seluruh ciri- ciri McDonaldisasi dan yang paling sesuai adalah irasionalitas dari rasionalitas terutama dehumanisasi.

MODERNITAS:PROYEK YANG BELUM SELESAI

Habermas melihat modernitas sebagai (“proyek yang belum selseai”) dalam arti masih banyak yang masih harus dikerjakan dalam kehidupan modern sebelum kita mulai  berfikir  mengenai  kemungkinan kehidupan post modern.

INFORMASIONALISME DAN MASYARAKAT JARINGAN

Menurut Castells, munculnya “kapitalisme informasional” dan “masyarakat informasional” didasarkan pada “informasionalisme”. Dan perusahaan jaringan yang mengiri bangkitnya ekonomi informasional global.

TEORI GLOBALISASI

  • Perspektif Neo Marxian Kellner tentang Globalisasi.

Kellner melihat potensi demokrasi utopian di dalam teknologi baru ini, tetapi pada tingkat minimum teknologi baru itu mengubah globalisasai menjadi daearah persaingan.

  • Giddens tentang “runaway world” dari Globalisasi

Giddens berfikir bahwa adalah benar untuk menganggap fundamentalisme sebagai sebuah problem yang dekat dengan kekerasan dan lawan dari nilai-nilai kosmopolitan.

  • Beck dan Politik Globalisasi

Beck memperkirakan bangkitnya organisasi dan mungkin negara transnasional .

  • Bauman tentang Konsekuensi Globalisasi Manusia.

Menurut Bauman, globalisasi berarti kegelisahan bagi semua orang.

  • Ritzer tentang Globalization of Nothing

Menurut Ritzer globalissasi membawa penyebaran nothingness ke seluruh dunia.

  • Landscape Appadurai

Appadurai melihat 5 landscape sebagai basis dari apa yang dia namakan “imagined worlds”, yaitu ethnoscapes, technoscapes, finanscapes, mediascapes dan ideoscapes.


0 Responses to “Teori Modernitas Kontemporer”



  1. Tinggalkan sebuah Komentar

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s


my foto

kalender

Januari 2010
S S R K J S M
« Des   Feb »
 123
45678910
11121314151617
18192021222324
25262728293031

RSS google

  • Sebuah galat telah terjadi; umpan tersebut kemungkinan sedang anjlok. Coba lagi nanti.

artikel bulan

my blogs

my musik


%d blogger menyukai ini: