12
Jan
10

BERKAS SORT DAN MERGE

BERKAS SORT DAN MERGE

PENGERTIAN BERKAS SORT DAN MERGE

Dalam sistem penyortiran dikenal 2 metode yaitu;

  • Metode Sort Internal
  • Metode Sort Eksternal

Perbedaannya :

ü        Pada metode sort internal, semua record yang akan diproses dimuat ke dalam memori komputer lalu diproses sort (sortir).

ü        Pada metode sort eksternal, record-record yang diproses tidak semuanya dapat dimuat ke dalam memori komputer, karena keterbatasan memori komputer.

ü        Metode sort eksternal di dalam penerapannya nanti, menggunakan pula metode sort internal.

Contoh :

Sebuah file berisi 2000 record harus disortir ke dalam memori yang hanya dapat  menampung 1000 record sekaligus. Untuk itu digunakan metode sort eksternal.

Langkah-langkah penyortiran ini adalah :

v     Record-record dibagi ke dalam beberapa file agar dapat ditampung sekaligus di memori komputer, lalu masing-masing bagian disortir internal. Bagian-bagian file yang terlah tersortir ini disebut sorted sublist.

Maka didapat :

  • Sorted sublist 1 (record 1 – 1000) dan
  • Sorted sublist 2 (record 1001 – 2000)

v     Setelah itu kedua sorted sublist ini (RUN) digabung (merge), sehingga didapat berkas gabungan (merge file) yang record-recordnya telah disortir.

Maka dapat disimpulkan langkah-langkah untuk metode sort eksternal ini adalah :

  • Sort internal, dimana file dibagi menjadi beberapa bagian file, kemudian disortir.
  • Merge, dimana bagian-bagian file ini (sorted sublist) digabung menjadi satu atau lebih file gabungan. File-file gabungan kemudian digabung lagi sampai akhirnya didapatkan sebuah file gabungan yang berisi semua record-record yang telah disortir.
    • Output, yang menyalin file gabungan yang telah tersortir ke media storage terakhir.

Faktor-faktor yang mempengaruhi metode sort eksternal :

  • Jumlah record yang akan disortir
  • Ukuran record (panjang record)
  • Jumlah storage yang digunakan
  • Kapasitas internal memori
    • Distribusi nilai key dalam input file

Teknik sort/merge file ini berbeda satu dengan yang lainnya dalam hal :

  • Metode sort internal yang digunakan
  • Jumlah main memori yang disediakan untuk sort internal
  • Distribusi dari sorted sublist di secondary storage menjadi satu atau lebih file gabungan dalam satu langkah gabungan (merge pass)

Ada 4 teknik dalam sort/merge file, yaitu :

  • Natural Merge
  • Balanced Merge
  • Polyphase Merge
    • Cascade Merge

Natural Merge

Merge yang menangani 2 input file sekaligus disebut 2 way natural merge. Merge yang menangani M input file sekaligus disebut M way natural merge. M menunjukkan derajat merge.

Pada natural merge terbagi lagi menjadi :

2 way natural merge

3 way natural merge

:

:

M way natural merge

Pada M way natural merge, dapat didefinisikan sebagai merge dengan :

M input file dan hanya 1 output file.

Contoh :

Sebuah file yang terdiri dari 6000 record hendak disortir ke dalam memori komputer yang kapasitasnya 1000 record.

Buatlah dengan menggunakan 2 way natural merge !

Lihat gambar 1

Lihat pula contoh 3 way natural merge, yang ditunjukkan pada :

Gambar 2

Lihat pula contoh 2 way natural merge dengan kapasitas memori 500 record.

Gambar 3

Lihat pula contoh 3 way natural merge dengan kapasitas memori 500 record.

Gambar 4

Balanced Merge

Dari metode natural merge kita lihat bahwa, jika kita gunakan M input file, maka file seluruhnya yang kita gunakan adalah M + 1 file.

Sedangkan pada balanced merge, jika kita gunakan M input file, maka file seluruhnya yang dipakai adalah 2 M file.

Pada balanced merge terbagi lagi menjadi :

2 way balanced merge

3 way balanced merge

:

:

M way balanced merge

Pada balanced merge, jumlah input file sama dengan jumlah output file, walaupun pada akhirnya tak ada lagi keseimbangan antara input dan output file.

Lihat gambar 5

Polyphase Merge

Pada M way polyphase merge digunakan 2 M-1 input file dengan 1 output file. Jadi kita menggunakan 2 way polyphase merge, maka banyaknya input file yang digunakan ada 3 input file.

Contoh :

Setelah phase sort internal, misalkan kita mempunyai 17 subfile atau 17 run yang akan didistribusikan ke input file. Jika kita menggunakan 2 way polyphase merge, berarti 17 run tersebut harus didistribusikan ke dalam 3 input file.

Dari pendistribusian tersebut, maka diperoleh :

Lihat gambar 6

Cascade Merge

Jenis lain dari unbalanced merge yang berusaha mengurangi penyalinan/copy dari record-record disebut cascade merge.

Cascade merge dengan derajat M menggunakan :

2 M-1, 2 M-2, 2 M-3, … , kemudian 2 input file selama merge

Setiap merge pass dimulai dengan merge dari :

2 M-1 input file ke 1 output file

Pada cascade merge, pendistribusian run-nya sama dengan pendistribusian run pada polyphase merge, hanya berbeda pada phase merge-nya.

Lihat gambar 7


0 Responses to “BERKAS SORT DAN MERGE”



  1. Tinggalkan sebuah Komentar

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s


my foto

kalender

Januari 2010
S S R K J S M
« Des   Feb »
 123
45678910
11121314151617
18192021222324
25262728293031

RSS google

  • Sebuah galat telah terjadi; umpan tersebut kemungkinan sedang anjlok. Coba lagi nanti.

artikel bulan

my blogs

my musik


Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

%d bloggers like this: